Kuku Mudah Patah: Kebiasaan Perawatan dan Kapan Perlu Diperiksa
Jika kuku mudah patah, mulai dengan mengurangi tekanan pada ujung kuku dan paparan air yang lama saat mengerjakan tugas rumah. Gunakan alat untuk membuka segel, lindungi tangan saat mencuci piring, dan haluskan tepi yang sering tersangkut. Bila patah berulang meski kebiasaan sudah berubah, perhatikan perubahan lain dan minta penilaian tenaga kesehatan.
Cari pemicu yang bisa Anda ubah
Perhatikan kapan ujung kuku mulai terbelah. Apakah kuku sering tersangkut pada kain, dipakai untuk membuka kemasan, atau lama terendam saat mencuci? American Academy of Dermatology menyebut paparan air berlebih dan pemakaian kuku sebagai alat dapat membuat kuku lebih mudah terbelah atau rusak.
- Untuk tugas basah: gunakan sarung tangan saat mencuci piring atau membersihkan rumah. Tetap cuci tangan saat diperlukan dan gunakan pelembap setelah tangan dikeringkan.
- Untuk ujung yang tersangkut: rapikan sedikit dan haluskan dengan kikir. Ikuti panduan memotong kuku bila perlu merapikan bentuknya.
- Untuk kemasan yang sulit dibuka: gunakan alat yang sesuai agar tekanan tidak langsung mengenai kuku.
Amati pola, termasuk kuku yang terdampak
Catat apakah hanya satu kuku yang berulang kali patah di titik yang sama atau beberapa kuku mulai berubah. Perhatikan pula apakah keluhan muncul setelah kegiatan tertentu atau pemakaian produk baru. Catatan singkat dan foto dalam pencahayaan yang sama dapat membantu saat berkonsultasi.
Kapan perlu diperiksa?
Minta penilaian tenaga kesehatan jika keluhan menetap, mengganggu aktivitas, atau disertai nyeri, bengkak, perubahan warna, atau perubahan bentuk yang tidak biasa. Kuku yang mudah patah saja belum cukup untuk menentukan penyebab atau kebutuhan suplemen.
