Cara Memakai Pelembap Tubuh setelah Mandi

Merawat kulit tubuh dapat dimulai dari kebiasaan setelah mandi. Pelembap membantu mempertahankan air dalam kulit, sehingga waktu pemakaian dan tekstur yang dipilih patut diperhatikan.

Kapan pelembap tubuh dipakai?

American Academy of Dermatology (AAD) menganjurkan mengoleskan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap setelah mandi. Tepuk kulit perlahan dengan handuk bersih, lalu gunakan pelembap tanpa menunggu kulit benar-benar kering. Oleskan kembali ketika kulit terasa kering; tangan juga dapat dilembapkan setelah dicuci.

Memilih losion, krim, atau salep

Losion umumnya lebih ringan daripada krim. Untuk kulit yang sangat kering, krim atau salep dapat lebih membantu mempertahankan kelembapan. Pilih tekstur yang sesuai kebutuhan dan nyaman digunakan secara rutin, bukan hanya berdasarkan aroma atau kemasannya.

Pada kulit kering atau sensitif, perhatikan label fragrance-free atau tanpa pewangi. Istilah unscented tidak selalu berarti tanpa bahan pewangi, karena produk dapat menggunakan bahan untuk menyamarkan aroma.

Kebiasaan mandi yang perlu diperhatikan

  • Gunakan air hangat, bukan panas, dan batasi durasi mandi sekitar 5–10 menit bila kulit mudah kering.
  • Pilih pembersih lembut dan gunakan secukupnya.
  • Hindari menggosok kulit keras dengan handuk setelah mandi.

Jika kulit tetap kering atau terasa perih

Jangan langsung menambah scrub atau eksfoliasi pada kulit yang sedang kering dan mengelupas. AAD menyarankan fokus pada pelembapan. Apabila kulit makin nyeri, pecah, berdarah, sangat gatal, atau tetap bermasalah meski sudah dirawat, temui dokter kulit untuk penilaian lebih lanjut.

Letakkan pelembap di tempat yang mudah dijangkau setelah mandi. Kebiasaan kecil ini dapat menjadi pengingat agar perawatan tubuh lebih teratur.

Rujukan

Ditelaah redaksi pada 4 November 2026. Panduan ini membahas perawatan sehari-hari, bukan diagnosis kelainan kulit.

Baca panduan lain di kategori Perawatan Tubuh.